BAD INFLUENCERS : ANTITESIS PENDIDIKAN KARAKTER

Oleh : Fritz Haryadi Dengan subscribers rata-rata remaja usia sekolah, Atta Halilintar menayangkan video malam pertama. Lima juta penonton dalam tempo 24 jam. Tentu tidak ada konten porno, platform melarangnya; tapi ini menambah dosis baru dalam asupan kebodohan yang sudah terlalu lama dicekokkan kepada generasi muda kita. Atta, dan banyak youtuber dengan tipe konten serupa,Lanjutkan membaca “BAD INFLUENCERS : ANTITESIS PENDIDIKAN KARAKTER”

Media Sosial dan Etos Berpolemik

Oleh : Silvester Joni Tak ada pretensi untuk menjadikan tulisan ini sebagai referensi dalam membaca polemik di media sosial. Apa yang tersaji di sini, hanya sekadar sebuah perspektif yang terbatas tentang bagaimana seharusnya kita berdebat di facebook. Tilikan ini sangat terbuka untuk digunting oleh siapa saja dari dari latar belakang ilmu apa saja. Media sosialLanjutkan membaca “Media Sosial dan Etos Berpolemik”

KPU Mabar Melanggar Kode Etik?

Apakah Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai Barat melanggar kode Etik?. Untuk menjawab hal itu, mari kita menunggu jawaban dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) setelah pengaduan dari salah seorang warga Manggarai Barat mendapat jawaban. Berikut ini salah satu draf pengaduan salah seorang warga Manggarai Barat yang tidak ingin disebutkan namanya yang ditujukan kepada Dewan KehormatanLanjutkan membaca “KPU Mabar Melanggar Kode Etik?”

Begini Cara Klaim Token Kompensasi Dari PLN

Pemerintah Melalui BUMN, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan bantuan berupa kompensasi token Listrik kepada pelanggan PLN bersubsidi, yaitu meteran berkekuatan 450 VA dan 900 VA. Namun sebagian besar pelanggan tidak mengetahui, atau tidak begitu paham bagaimana mengambil token kompensasi tersebut. Berikut tahap-tahap pengambilan token kompensasi tersebut. Pertama, buka link milik PLN yaitu (www.pln.co.id), setelahLanjutkan membaca “Begini Cara Klaim Token Kompensasi Dari PLN”

Rindu Menyulam Senyum

Puisi: Agust G Thuru Rindu menyulam senyum denganmuDi setiap tikungan perjalananSaat berpapasan kau melambaikan tanganSambil berujar salam kemanusiaanDan angin menghembuskan bulir-bulir damaiKita pun terikat erat menjadi satu napas Di setiap tapak jalan ziarahAda tulisan ragam bahasaMungkin tidak saling memahamiTapi senyum dan tatapan mata yang teduhAdalah bahasa cintaYang tidak sulit untuk difahami Rindu menyulam persaudaraan denganmuDiLanjutkan membaca “Rindu Menyulam Senyum”

Jejak Digital Itu Ganas!

Segala sesuatu yang kita share di Media sosial, mulai dari Facebook, Tweeter, Instagram, Youtube, dlsb. sudah barang tentu menjadi milik publik. Mulai dari konten gambar, vidio, atau tulisan yang kita upload di media sosial otomatis menjadi milik pengguna media sosial. Anda mungkin hendak mengedit beberapa konten yang dinilai menyinggung orang lain setelah terlanjur orang lihatLanjutkan membaca “Jejak Digital Itu Ganas!”

KOLUSI POLITISI BUSUK DAN WARTAWAN BUSUK (Sebuah Awasan di Musim Kontestasi Pilkada)

Oleh : Silvester Joni Kuat dugaan bahwa pilkada merupakan ‘masa panen rejeki dadakan’ bagi media dan wartawan. Praktik kolusi (simbiosis mutalisme) antara awak pers dengan politisi (kandidat bupati) kemungkinan akan diperagakan secara kreatif dan agresif. Politisi tahu persis, selain uang, publikasi maksimum merupakan prasyarat penting memenangi kontestasi pilkada. Mereka memerlukan media untuk ‘mempromosikan aneka produkLanjutkan membaca “KOLUSI POLITISI BUSUK DAN WARTAWAN BUSUK (Sebuah Awasan di Musim Kontestasi Pilkada)”

IKAREMORA : Kawula Muda Harapan

IKAREMORA merupakan singkatan dari Ikatan Reba Molah Ranggu. IKAREMORA adalah sebuah paguyuban, wadah bagi muda-mudi di Kampung Ranggu untuk dapat berkontribusi bagi Desa Ranggu dengan menceburkan diri ke dalam berbagai persoalan yang terjadi di desa. Di mana kawula muda ini menjadi agent of solution bagi segala persoalan yang terjadi di Desa Ranggu. Beberapa waktu lalu,Lanjutkan membaca “IKAREMORA : Kawula Muda Harapan”

OLEE NANA!!!

Pengalaman Ari Bero Saya teringat akan suatu peristiwa pada tahun 2016. Waktu itu saya ke Labuan Bajo masih dengan tujuan mengurus nasib (melamar pekerjaan) sebagai Guru di salah satu sekolah di Ibu Kota. Usainya saya dapat jawaban yang sama seperti sebelumnya yaitu “tunggu saja”. Saya waktu itu mulai cape, keadaan “saku” yang sudah sangat kritisLanjutkan membaca “OLEE NANA!!!”

Untukmu Yang Kusebut Ayah

Oleh : Agnesti Alrianti Untuk Ayah yang selalu membandingkan anaknya dengan anak orang lain    Ayah ,,Engkau tau, bahwa aku sangat mencintaimuSangat amat mencintaimu ,,Bahkan aku sangat bersyukur bahwa akuDilahirkan untuk menjadi anakmu,, Aku bangga dengan hal ituAku juga bersyukur untuk semua kenyataanBahwa engkau membesarkanku dengan kasih Bahkan seluruh cintaku pun tak mampu membalasnya ,, Engkau tau ituLanjutkan membaca “Untukmu Yang Kusebut Ayah”

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai