Rindu Menyulam Senyum


Puisi: Agust G Thuru

Rindu menyulam senyum denganmu
Di setiap tikungan perjalanan
Saat berpapasan kau melambaikan tangan
Sambil berujar salam kemanusiaan
Dan angin menghembuskan bulir-bulir damai
Kita pun terikat erat menjadi satu napas

Di setiap tapak jalan ziarah
Ada tulisan ragam bahasa
Mungkin tidak saling memahami
Tapi senyum dan tatapan mata yang teduh
Adalah bahasa cinta
Yang tidak sulit untuk difahami

Rindu menyulam persaudaraan denganmu
Di setiap ayunan langkah pesiarahan
Saat berpapasan aku melantun salam damai
Dan engkau menyambut dengan rasamu
Kita semakin diikat tali cinta
Di satu negeri milik kita bersama

Rindu menyulam salam persaudaraan
Walaupun kita tetap tak sama
Saat kita punya waktu berpapasan
Biar ada cinta yang terus mengalir
Berbagi rahmat dan belaskasih
Agar persaudaraan kita menjadi kekal

Yah, aku rindu menyulam persaudaraan
Di atas tanah warisan leluhur
Tanah air kita bersama
Sebab darah ibu dari liang rahimnya
Senantiasa mengalir dan menyuburkan
Dan seharusnya kita tidak mengkhianatinya

Denpasar , 28 Februari 2020

Diterbitkan oleh Ari Bero

Mudah Bergaul Dengan Siapa Saja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: