Begini Cara Klaim Token Kompensasi Dari PLN

Pemerintah Melalui BUMN, Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberikan bantuan berupa kompensasi token Listrik kepada pelanggan PLN bersubsidi, yaitu meteran berkekuatan 450 VA dan 900 VA.

Namun sebagian besar pelanggan tidak mengetahui, atau tidak begitu paham bagaimana mengambil token kompensasi tersebut.

Berikut tahap-tahap pengambilan token kompensasi tersebut.

Pertama, buka link milik PLN yaitu (www.pln.co.id), setelah itu akan tampil jendela seperti gambar berikut.

Tangkapan layar screnshut web PLN.

Kedua, masukan nomor ID Pelanggan atau nomor meter Pelanggan.

Setelah memasukkan nomor meter Pelanggan, maka akan muncul jendela seperti pada gambar berikut.

Model tampilan apabila memenuhi kriteria.
Yaitu, meteran 450 VA dan 900 VA.

Namun, ada beberapa pelanggan yang tidak berhasil mengambil token kompensasi tersebut.

Apabila kita telah memasukan nomor meteran, ada pemberitahuan lain dari jendela tersebut, dan kemungkinan pelanggan bersangkutan tidak memenuhi kriteria penerima kompensasi tersebut.

Berikut model tampilan pada layar pelanggan PLN yang tidak memenuhi kriteria.

Model tampilan untuk pelanggan yang tidak memenuhi kriteria

Demikian tips untuk mengambil token kompensasi dari PLN.

Terima kasih, semoga membantu.

Rindu Menyulam Senyum


Puisi: Agust G Thuru

Rindu menyulam senyum denganmu
Di setiap tikungan perjalanan
Saat berpapasan kau melambaikan tangan
Sambil berujar salam kemanusiaan
Dan angin menghembuskan bulir-bulir damai
Kita pun terikat erat menjadi satu napas

Di setiap tapak jalan ziarah
Ada tulisan ragam bahasa
Mungkin tidak saling memahami
Tapi senyum dan tatapan mata yang teduh
Adalah bahasa cinta
Yang tidak sulit untuk difahami

Rindu menyulam persaudaraan denganmu
Di setiap ayunan langkah pesiarahan
Saat berpapasan aku melantun salam damai
Dan engkau menyambut dengan rasamu
Kita semakin diikat tali cinta
Di satu negeri milik kita bersama

Rindu menyulam salam persaudaraan
Walaupun kita tetap tak sama
Saat kita punya waktu berpapasan
Biar ada cinta yang terus mengalir
Berbagi rahmat dan belaskasih
Agar persaudaraan kita menjadi kekal

Yah, aku rindu menyulam persaudaraan
Di atas tanah warisan leluhur
Tanah air kita bersama
Sebab darah ibu dari liang rahimnya
Senantiasa mengalir dan menyuburkan
Dan seharusnya kita tidak mengkhianatinya

Denpasar , 28 Februari 2020

Jejak Digital Itu Ganas!


Segala sesuatu yang kita share di Media sosial, mulai dari Facebook, Tweeter, Instagram, Youtube, dlsb. sudah barang tentu menjadi milik publik. Mulai dari konten gambar, vidio, atau tulisan yang kita upload di media sosial otomatis menjadi milik pengguna media sosial.

Anda mungkin hendak mengedit beberapa konten yang dinilai menyinggung orang lain setelah terlanjur orang lihat dan baca. Tetapi bisa saja orang sudah terlanjur tersinggung setelah membaca konten yang anda muat. Itu masalah bagi Anda, Anda segera mengoreksinya namun fitur-fitur digital masih lebih hebat dari lelocon Anda. Mau dihapus foto atau vidio,mau diedit tulisan yg sdh kita upload di Medsos FB,jejak digital sulit kita bantah keakuratannya,dan sulit mngambilnya kmbali.Bagaimana tdk?.Upload foto, org langsung lihat,unduh kalau mau. Upload vidio,org langsung nonton,unduh juga kalau mau. Bgitu jga halnya dgn tulisan (status atau komentar di FB),dgn manfaatkan bebrpa tombol saja,hasil tangkapan layar scrensut status dan kmntar kita langsung tersimpan di Galeri perangkat lunak ponsel pngguna FB. Kita hanya bisa mlarang jejak2 digital itu bkrja dgn manfaatkan bebrpa fitur setingan prifasi yg sdh disediakan,yg kita klola sndiri diakun kita. Misalnya; ada opsi “siapa saja yg boleh mlihat materi yg kita upload”,dan masih banyak opsi lainnya. Kita bisa klola akun kita dgn rapi. Jgn lupa jadikan akun kita sbg rumah yg nyaman, dan jadikan objek wisata yg menyenangkan utk dikunjungi (asyeekk). Baik, kembali lagi ke jadul, eh judul; “Revolusi Digital yg Semakin Ganas”, sganas inikah Revolusi Digital?. Apa itu Revolusi Digital?,Komodo kah?,ganasnya seperti komodo sih,mencincang rusa sampai habis dagingnya. Bgitupun Revolusi Digital yg mlahirkan anak bernama Jejak Digital,banyak org mnjadi korban keganasannya, sampai orang menumbangkan akun FBnya (atau “rumah”nya sendiri, sya istilahkan tdi). Mnurut wikipedia;Revolusi Digital adalah prubahn dri tknologi mekanik dan
elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini. Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dlm menjalani khidupn yg sangat canggih saat ini. Sbuah teknologi yg membuat prubahn besar kpd sluruh dunia,dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah krna tdk bisa mnggunakn fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar.
Ngomong2,sbenarnya masih ada cara utk mnghilangkn Jejak Digital, tapi ini susah dilakukan,dan sangatlah radikal. Misalnya:(1)suruh pendiri FB untuk hapus FB;(2)Suruh pabrik ponsel utk stop produksi ponsel pintar;(3)suruh pngguna ponsel pintar utk bikin hancur Ponselnya;(4)suruh para ahli IT utk stop brpikir; dan terakhir skaligus sbgai pnutup tulisan ini, dan tampaknya dpt mnyelesaikn masalah:
(5)Suruh diri sendiri utk bermediasosiallah dgn baik,benar,dan pintar.

GawasNai.

KOLUSI POLITISI BUSUK DAN WARTAWAN BUSUK (Sebuah Awasan di Musim Kontestasi Pilkada)

Oleh : Silvester Joni

Kuat dugaan bahwa pilkada merupakan ‘masa panen rejeki dadakan’ bagi media dan wartawan. Praktik kolusi (simbiosis mutalisme) antara awak pers dengan politisi (kandidat bupati) kemungkinan akan diperagakan secara kreatif dan agresif.

Politisi tahu persis, selain uang, publikasi maksimum merupakan prasyarat penting memenangi kontestasi pilkada. Mereka memerlukan media untuk ‘mempromosikan aneka produk politik’ dan mengonstruksi citra diri yang positif. Para kandidat itu tentu sangat berhasrat mendapatkan semacam efek elektoral dari publikasi yang massif dan intensif tentang dirinya.

Karena itu, mereka merekrut wartawan untuk bekerja sebagai ‘tim sukses kampanyenya’. Para jurnalis itu bisa bertindak sebagai konsultan media, humas, penulis teks kampanye (pidato politik), dan ‘jurubicara’ dari sang politisi pujaan mereka. Selain itu, kita akan menjumpai fenomen media dan wartawan yang menawarkan jasa meliput atau menulis berita sesuai dengan permintaan (reporting by request). Singkatnya, idealisme (pena) jurnalis dengan mudah ‘dibeli’ oleh para petarung politik di setiap musim pilkada.

Praktik jurnalisme yang bersifat partisan dan oportunis semacam itu, tentu mencederai ‘roh idealisme pers’ sebagai penyebar dan penyingkap kebenaran kepada publik. Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam buku ‘The Elements of Journalism (2001) menyatakan bahwa tanggung jawab pertama jurnalisme adalah menyampaikan ‘kebenaran’. Para awak media mesti loyal dan dedikatif pada pemenuhan ‘hak publik’ dalam mendapatkan informasi yang benar.

Di tangan jurnalis yang ‘moralitasnya rendah’, kebebasan pers dijadikan arena ‘menjual berita’ sesuai selera pasar (baca: interes politik dari politisi tertentu). Para politisi dengan mudah mengatur dan mendikte ‘kemasan berita’ dengan mengabaikan kode etik substansi penulisan jurnalistik. Semakin besar ‘honor’ yang diberikan oleh kandidat, tentu semakin lihai sang jurnalis memanipulasi fakta dan kebenaran dalam konten pemberitaan yang berkaitan dengan ‘kepentingan politik’ dari pedamba jabatan itu.

Tegasnya, wartawan kerap ‘tergoda’ menerima rayuan politisi untuk ‘memperdagangkan berita sesuai selera politisi’ atau berusaha ‘membujuk politisi menjadi ‘bagian inti’ dalam barisan para tim sukses. Jika kondisi ini dibiarkan, maka sebetulnya baik politisi maupun wartawan semacam itu, layak digelari sebagai ‘pribadi busuk’.

Kita berharap Pilkada Mabar tidak ‘terkontaminasi’ dengan pola kerja kolutif dari politisi dan wartawan busuk seperti itu. Publik mesti kritis dan selektif dalam ‘mencerna’ sebuah betita tentang kandidat tertentu oleh media atau jurnalis tertentu. Kita mesti menggunakan ‘pisau hermeneutika kecurigaan’ terhadap sebuah berita politik yang tendensius dan kurang objektif dari para pekerja media lokal kita.

IKAREMORA : Kawula Muda Harapan

IKAREMORA merupakan singkatan dari Ikatan Reba Molah Ranggu. IKAREMORA adalah sebuah paguyuban, wadah bagi muda-mudi di Kampung Ranggu untuk dapat berkontribusi bagi Desa Ranggu dengan menceburkan diri ke dalam berbagai persoalan yang terjadi di desa. Di mana kawula muda ini menjadi agent of solution bagi segala persoalan yang terjadi di Desa Ranggu.

Beberapa waktu lalu, Selasa (31/12/2019) dalam momentum Natal dan Tahun Baru, IKAREMORA melaksanakan kegiatan Natal dan Tahun Baru Bersama dengan tema “Kebersamaan dalam Persaudaraan”. Tema ini sejatinya ingin menegaskan bahwa paguyuban ini merupakan sebuah paguyuban yang terbentuk atas sebuah ikatan persaudaraan. Yang diyakini bahwa dengan rasa persaudaraan yang dibangun bersama-sama di antara kaum muda-mudi akan menghasilkan sebuah kekuatan untuk membawa perubahan.

Berbagai rentetan kegitan yang dilaksanakan oleh paguyuban ini dalam kegiatan Natal dan Tahun Baru Bersama itu antara lain kegiatan sosial berupa kegiatan bersih lingkungan. Pesan dan harapan yang dibawa oleh kaum muda melalui kegiatan bersih lingkungan ini bagi masyarakat adalah betapa pentingnya saat ini, terutama di musim hujan kebersihan lingkungan. Lingkungan yang bersih saat musim hujan akan meminimalkan dampak buruk bagi kesehatan.

Selain kegiatan bakti sosial, kegiatan lain yang dilaksanakan oleh Paguyuban ini adalah kegiatan pentas seni yang dihadiri oleh berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengikat dan memperkuat ikatan persaudaraan antar anggota masyarakat Dusun Ranggu.

Dalam momentum tersebut, hadir juga Kepala Desa Ranggu, Bapak Yohanes Bundar yang berkesampatan menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, Bapak Yohanes Bundar menyampaikan dukungan dan kebanggaan akan terlaksananya kegiatan tersebut. “saya merasa bangga dan mendukung anak muda-mudi ini yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan sukses. Ini menunjukan bahwa kaum muda memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menciptakan dan melaksanakan sebuah kegiatan untuk kepentingan pembangunan Desa”.

Kepala Desa mengakhiri sambutannya juga menyematkan kepada kaum muda-mudi ini harapan akan tetap adanya ikatan muda-mudi ini serta mampu melahirkan berbagai gebrakan-gebrakan baru dalam bentuk kegiatan-kegiatan lanjutan. “Semoga wadah ini tetap ada setiap saat untuk membantu pemerintah Desa melaksanakan segala visi misi. Banyak kegiatan-kegiatan ke depan yang saya harapkan partisipasi dari kaum muda-mudi ini. Serta semoga ada kegiatan-kegitan lain yang dilaksanakan oleh kalian muda-mudi agar Desa kita ini mengalami perubahan dan perkembangan. Saya sangat berharap akan hal itu”.

Hal serupa juga disampaikan oleh ketua panitia penyelenggara acara Natal dan Tahun Baru Bersama IKAREMORA, Ari Bero dalam sambutannya menyampaikan bahwa kaum muda-mudi memiliki power untuk membawa perubahan bagi Desa. “Kita kaum muda-mudi memiliki power dalam rangka membawa perubahan bagi Desa. Untuk itu, semoga hal itu bisa kita dalami dan kita tuangkan dalam aksi-aksi nyata kita kedepan”.

Menutup sambutannya, Ari Bero menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh masyarakat Desa Ranggu umumnya dan masyarakat kampung Ranggu khususnya atas segala dukungan yang diberikan kepada IKAREMORA. “Kegiatan ini tentunya tidak akan terlaksana tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, pada kesempatan ini sekaligus menutup sambutan, saya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya bagi seluruh lapisan masyarakat, yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang telah mendukung dan membantu kami menyukseskan segala kegiatan kami kawula muda”, tutup Ari Bero. (RN)

OLEE NANA!!!

Pengalaman Ari Bero

Saya teringat akan suatu peristiwa pada tahun 2016. Waktu itu saya ke Labuan Bajo masih dengan tujuan mengurus nasib (melamar pekerjaan) sebagai Guru di salah satu sekolah di Ibu Kota. Usainya saya dapat jawaban yang sama seperti sebelumnya yaitu “tunggu saja”. Saya waktu itu mulai cape, keadaan “saku” yang sudah sangat kritis hampir melemahkan akal saya. Sisa uang didompetku hanya Rp 27.000 pas. Sementara saya masih di Labuan Bajo. Tanpa berpikir panjang lagi Rp 25.000 saya belikan minuman untuk si Kador Supra X kenangan dari Kota Daeng yang selalu setia bersama saya. Sisa uang setelah itu berapa?, Rp 2.000 (Jangan tanya nomor rekening). Dengan Rp 2.000 saya harus balik ke Ranggu. Dalam hati (ini darurat, saya tidak bisa lanjutkan perjalanan). Dalam situasi penuh dengan kepanikan itu saya mencoba menenangkan diri sembari menelfon saudari saya yang bekerja di Terang (arah Utara Manggarai Barat). Saya ceritakan perjalanan saya hari itu dan tidak lupa memberi bocoran tentang keadaan dompet saya pada saudari saya. Akhirnya Dia beri solusi, bahwa saya mesti lewat Terang, kebetulan Dia punya uang Rp 150.000 untuk bisa talangi kebutuhan logistik saya untuk misi berikutnya. Tanpa pikir panjang lagi, saya langsung menuju Terang. Dalam perjalanan HP saya berdering, ada telfon masuk dari saudari saya tadi, katanya; “Nara, ite sebentar tidak bisa lewat dengan modal Rp 2.000, karna ada sekelompok orang sebentar di Kampung Cangkang tidak mengijinkan lewat kalau tidak bayar 5.000/10.000. Saya tidak begitu merespon hal itu, saya lanjutkan perjalanan, yang ada diotak saya adalah Rp 150.000. Singkat cerita, sampailah saya ditempat yang saudari saya ceritakan tadi. Pada jarak +- 50 meter dari tempat itu saya parkirkan si Kador Supra X. Saya ambil HP lalu foto orang-orang yang ada di situ (sambil bertanya-tanya bak seorang wartawan 😅😅😅). Saya foto juga keadaan di sekitar itu, termasuk jalan yang rusak parah itu. Perilaku yang tidak direncanakan itu ternyata menyelamatkan saya. Bagi orang yang pesikisnya tidak kuat, bisa pipis dicelana. Bagaimana tidak, orang-orang itu masing-masing memegang parang yang panjang. Dalam benak saya, saya tidak boleh coba melawan. Pertanyaan-pertanyaan yang saya lontarkan pada mereka sebenarnya tidak begitu penting untuk saya, apalagi memerlukan jawaban dari mereka. Saya “oh oh” saja, saya hanya perlu bebas dari tekanan pada saat itu. Setelah melakukan perbuatan aneh itu, saya balik ke si Kador Supra X. Saya amati jalur yang akan saya lewati masih dipagari dengan bambu. Saya mencoba lewat, saya bunyikan klakson (tiiiiitt), mereka lalu membuka pagar itu dengan sangat hati-hati, saya layangkan senyum, dan senyumku dibalas. Setelah lewat dari zona rawan itu, saya bunyikan lagi klakson pertanda pamit dari mereka. Hhhhhh, Saya sudah lewat, Rp 2.000 selamat. Singkat cerita, Sampailah saya di Terang. Saya ceritakan pada keluarga di Terang tentang semua kejadian itu, mereka tertawa sampai ada yang keceplosan mengeluarkan kentut. Mereka katakan bahwa saya sangat beruntung bisa lewat tanpa mengeluarkan uang sepeserpun. Perjalanan hari itu selesai, dompet saya kembali terisi.

Saya Bersyukur dan Berterima Kasih Kepada Pencipta.

Catatan:

Mohon maaf apabila Pembaca kesulitan melihat korelasi antara judul dengan isi cerita ini. Karena memang tidak ada korelasinya.

[1] Ole, adalah bahasa Manggarai yang berarti “Aduh”. [2]Nana, juga bahasa Manggarai yang berarti Manusia yang berjenis kelamin laki-laki. Ole apabila dipadukan dengan Nana, dapat berarti “Aduh Nana”, sebuah ekspresi kekagetan terhadap perilaku dari Subjek Nana. Kira-kira begitu. 😊🙏.

Sedangkan Si [3]Kador, adalah julukan untuk motor Supra X yang saya kendarai pada saat itu. Kador juga merupakan bahasa Manggarai yang berarti Nakal, atau bandel. Penulis anggap cocok apabila motor lawas itu dijuluki Si Kador, berkat kinerjanya melintasi jalur rawan “Labuan Bajo – Terang” pada saat itu.

Kalau ada kesalahan mohon dimaklumi, karena tulisan ini bukan untuk menyempurnakan tata bahasa Indonesia.

Bagi para pembaca yang pernah mengalami pengalaman serupa, tentu saja ngakak setelah membaca ini. Jalan umum yang rusak di Kampung-kampung akan selalu menjadi ruang bagi preman-preman kampung untuk memeras pengendara yang hendak lewat. Penulis sudah beberapa kali mengalaminya.

Untukmu Yang Kusebut Ayah

Oleh : Agnesti Alrianti

Untuk Ayah yang selalu membandingkan anaknya dengan anak orang lain  

 Ayah ,,
Engkau tau, bahwa aku sangat mencintaimu
Sangat amat mencintaimu ,,
Bahkan aku sangat bersyukur bahwa aku
Dilahirkan untuk menjadi anakmu,,
 Aku bangga dengan hal itu
Aku juga bersyukur untuk semua kenyataan
Bahwa engkau membesarkanku dengan kasih
 Bahkan seluruh cintaku pun tak mampu membalasnya ,,
 Engkau tau itu ayah…
  Tapi,,,
Aku selalu bertanya
Mengapa setiap kali aku berbuat salah, engkau selau membandingkan aku dengan anak orang lain?
Bukankah darah yang mengalir dalam tubuhku berasal darimu ? Bukankah aku ada karena dirimu?
 Engkau menyakitiku dengan semua itu,,
Aku selalu bertanya apakah memang betul aku anakmu ? Tidak adakah sedikit pujian untukku ?
Aku selalu mendambakan engkau memujiku, walau hanya sekali,,
  Aku selalu mengejar pujian darimu
Sehingga aku selalu berusaha lebih baik dari anak orang lain yang selalu engkau puji ,,
Berusaha membuktikan bahwa aku lebih baik,,
Ayah aku lelah,, lelah mengejar ini semua,,
 Tidak adakah secuil kasih darimu, untuk menerima kekuranganku ?
Tidakkah engkau sepenuhnya menerimaku ?
Ayah,, Jika aku bisa mengulang kembali waktu,,
Aku akan meminta kepada Tuhan agar memberikan ayah anak yang lebih pintar, agar engkau tidak perlu membandingkannya lagi dengan anak orang lain,, Aku rela, jika bukan aku yang menjadi anakmu, asal ayah bahagia…
Namu ayah,,
Aku tidak pernah meminta untuk dilahirkan menjadi anakmu,, ketahuilah bahwa tidak akan ada AKU, jika bukan engkau ayahnya,,,
Ayah,,,
Engkau mungkin berpikir itu adalah motivasi terbaik,,,
Namun engkau tidak tau bahwa itu membutku terluka,, haruskan jadi orang lain agar mendapat pujian darimu ?
  Terlepas dari itu semua,,
Aku sudah dewasa sekarang
Aku berpikir, , mungkin itu motivasi terbaik darimu
 Namun aku belum mengerti sepenuhnya tujuan darimu, yang selalu membandingkan aku dengan anak orang lain,,
  Semoga suatu saat aku akan mengerti dengan semua ini,,  karena lukaku sulit untuk disembuhkan,,

Untuk semua ayah yang pernah membandingkan anaknya dengan anak orang lain,,, Semoga engkau memiliki waktu untuk membaca ini,, ketahuilah Aku yang kau sebut anak sangat mencintaimu yang ku sebut Ayah

Untuk Kamu

Oleh : Agnesti Alrianti

Iya kamu
Kamu yang menggugah otakku
Aneh memang,, bukan hati yang kau gugah
Tapi malah otakku,,,

Kamu yang pernah menciptakan luka
Heemm,, sepertinya bukan luka yang kau ciptakan
Tapi kecewalah yang sebenarnya,,
Kesadaranku bangkit olehnya
Akankah ini berakhir ??

Rasanya akan menyenangkan jika harus berakhir
Ku rengkuh kembali kebebasanku
Otakku menari untuk itu,,
Iya,, manari untuk beberapa saat
Ku menikmatinya hingga kesadaran yang lain menggapaiku ,,,,
Aku tersesat dalam pikiranku sendiri

Ku mulai hari dengan menghabiskan banyak energi untk berpikir ,,, aku lelah ??
Rasanya tidak semudah itu aku lelah,,

Aku mulai mengingat kembali perjalanan hidupku
Termasuk perjalanan cintaku,,
Ternyata banyak hal yang  telah aku lalui
Jika ditengok sepintas rasanya aku sudah matang oleh banyak masalah,,,

Aku sadar sepenuhnya
Aku terjebak oleh dinding yang aku bangun sendiri
Aku menciptakan banyak teori yang harus ku taati sendiri,,, gila memang ,,,

Sampai satu malam aku menemukan teori baru,,
Bahwa dinding yang aku bangun tidak berlaku untuk orang lain termasuk KAMU ,,

Aku yang telah dikecewakan kamu tersadar
Bahwa aku telah membangun dinding yang tidak sepenuhnya berguna,,
Karena itu adalah dinding egoku,
aku memilih membatasi diri pada masalah
namun enggan untuk menyelesaikannya,,

Untuk KAMU yang memilih untuk kembali dan bertahan,,  dinding ini ku pecahkan untukmu,,
Ego ini ku bakar demi KAMU,,
Karena KAMU yang berani merombak otakku,,
 Iya kamu,, yang akan terus kusebut KAMU

   #MH
   #dindingego

Perempuan

By : Agnesti Alrianti

Perempuan 

Iya,, yang sangat sibuk dengan penampilan

Peduli dengan perawatan badannya

Bedak, lipstik menjadi teman sejatinya 

Pakaian dan sepatu serta tas menjadi incarannya 

Skincare tak kalah menarik perhatiannya

Keindahannya dipandang banyak mata
Uang banyak dikejarnya 

Namun bukan laki-laki kaya yang diinginkannya

Kebebasan menjadi impiannya 

Perhatian didambakannya 

Memiliki pasangan yang mencintai apa adanya menjadi mimpi terindahnya,, 

Ahhh perempuan ,,, 

Berapa banyak  hal yang kau pikirkan  setiap harinya ?

Adakah waktumu untuk diam dan merenung ?

Tidak kau pikir bahwa itu semua rumit ??     

Ahhhhh,, aku lupa     

Ya lupaaa     

Bahwa aku juga perempuan itu

***

Sudah tayang sebelumnya di https://myblogaddressatu.blogspot.com/2019/12/perempuan.html?m=1

<ahref=”https://myblogaddressatu.blogspot.com/2019/12/perempuan.html?m=1″>sini</a&gt;

Aku

Oleh:

Agnesti Alrianti

Yang kalian panggil kamu
Yang kusebut AKU
Sama-sama terbentuk dari sel telur dan sel sperma
Ada kata kita diantara kamu dan aku
Kita sama,, ya sama-sama manusia

Namun
Kita dibentuk di lingkungan yang berbeda
Kita dididik oleh orang yang berbeda
Kita berteman juga dengan orang yang bebeda
Kita jatuh cinta dengan orang yang berbeda

Tapi kenapa ?
AKU yang kau sebut kamu itu diperhitungkan kelemahannya, dicibir karena kesalahannya, dinilai latarbelakangnya ?
Yang AKU tau, kita pernah menjadi aku maupun kamu,,, benar bukan ??

Hanya kata “kita”  yg membuatnya menjadi satu bukan berarti kita sama…
   Aku ya aku
   Kamu ya kamu
   Persoalan kita berbeda
   Sama apabila disebut “kita”

Belajar dari kesalahan masa lalu
Berjuang untuk tetap bernapas
Berjalan diatas kaki sendiri
Belajar untuk mengahargai yang perlu dihargai
Itulah AKU yang kalian panggil kamu

Sudah tayang sebelumnya di https://myblogaddressatu.blogspot.com/2019/12/aku.html?m=1

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai